Wagub Jateng Hadiri Kegiatan Di Pendopo Demak

DEMAK – Wakil Gubernur Jawa Tengah H. Taj Yasin Maimoen hadir dalam acara Stadium General Universitas Sultan fatah Demak tahun Akademik 2018/2019 di pendopo kabupaten Demak, Minggu (16/9).
Pada kesempatan itu Yasin menjelaskan, untuk menjadi generasi yg cemerlang tidak hanya masuk kuliah saja tapi harus ada keinginan untuk belajar yang kuat. Sesuai tema saat ini, lanjut Yasin, revolusi mental sudah sangat lama diupayakan baik di anak – anak milenial maupun di instansi pemerintahan, hal itu dimaksudkan untuk sama – sama memperbaiki bangsa ini dari semua lini, terutama tentang kejujuran. “Jika kejujuran yang ada maka APH 2 tidak perlu bekerja lebih keras untuk mengawasi kita semua. Maka hendaklah kita merevolusi mental kita masing-masing agar menjadi manusia yang kuat dan berkarakter kuat,” lanjut Yasin.
Yasin memaparkan, selain mental kita harus menguasai era digital, dimana sekarang kita bisa mengendalikan apapun yang kita mau di rumah, bahkan di era digital ini kekuatan ada dalam genggaman kita. Namun di era digital ini pula silaturahim mulai hilang. Ada satu yang tak bisa digitalisasi yaitu moral, karena moral itu tidak bisa tinggal klik. Karena itu Yasin mengajak agar penanaman agama dengan baik dilakukan sejk dini, apalagi agama itu selalu bisa selaras dengan perkembangan jaman. “Saya sebagai wakil gubernur menghimbau agar semua generasi mau dan mampu untuk menguasai teknologi” tegas Yasin.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Demak Drs. Anjar Gunadi, M.Pd mengungkapkan saat ini kita sedang mengalami fenomena desfruksi, dimana persaingan di dunia kerja seakan teracak-acak dari bidang pendidikan yang diambil alih. Misalnya yang sarjana hukum bisa bekerja dimana saja, tidak harus dibidang hukum. Saat ini bukan hanya yang pintar mengalahkan yang bodoh, tapi yang bisa berkembang mengikuti perubahanlah yang bisa menguasai zaman. “nda adalah kaum terpelajar maka berbuatlah dan berperilakulah seperti orang terpelajar yang dapat menjadi panutan. Jadilah manusia muda yang santun, berbudi pekerti sehingga menjadi pelajar Demak yang mumpuni dan membanggakan” ucap Anjar.
Rektor Unisfat Demak Dra. Suemy, M. Si selaku Penyelenggara mengatakan, kegiatan ini sengaja mengusung tema “Revolusi Mental Di Era Disrupsi” mengingat marutnya negara Indonesia yang disinyalir akan adanya penurunan moral ahklak sehingga terjadilah carut Marut dalam tatanan regenerasi di negeri ini. “Salah satu cara kami memperbaikinya adah dengan memberi contoh, mengguggah generasi muda agar survive dan dapat menghadap era deskrupsif dengan baik,” bebernya.
Sedangkan Rektor UNNES Joko Widodo,M.Pd selaku narasumber berangan-angan jika dalam bonus demografi itu semua orang produktif dan cerdas lalu dikalkulasi maka akan menjadi negara yang kuat tapi. “Namun jangan sebaliknya. Mari ciptakan generasi yang cerdas,” ajaknya.
Tahun 2024 diprediksi pertumbuhan penduduk 309 juta jiwa. Dengan penduduk yang besar itu jika di Didik yang baik maka akan menjadi kekuatan yang besar. “Maka siapapun yang mengaku menjadi bangsa Indonesia harus mampu dan mau membangun negara ini dan ikut mengelola dengan baik” ungkap Joko.
Turut hadir pada kesempatan tersebut, Kabiro Kesra Provinsi Jawa Tengah Imam Slamet Ihwandi S.Sos,MM. (Humas Demak)